Hindari Pungutan Liar, Menteri Ferry M. Baldan minta masyarakat urus sendiri sertipikat ke Kantor Pertanahan Setempat

Brebes - Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta masyarakat untuk mengurus sertifikat langsung ke BPN untuk menghindari pungutan liar. 

Menurutnya seluruh besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015 tentang jenis Penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional. "Jangan diladeni jika ada biaya di luar ketentuan, karena itu sudah kategori pungutan liar," tegas Ferry usai peluncuran program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, Senin (11/4) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Sebelumnya terdapat petani yang mengaku dikenai biaya satu juta rupiah untuk sertifikasi tanah, padahal menurut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biayanya hanya 50ribu rupiah. "Bahkan untuk program ini harusnya nol rupiah, ternyata dia lewat perantara tidak urus langsung," kata Ferry. 

Kementerian ATR/BPN terus membuka akses bagi masyarakat untuk bisa mengurus sendiri sertifikatnya termasuk membuka layanan Kantor Pertanahan di Sabtu dan Minggu. "Ini semangat senang memudahkan yang terus diupayakan Kementerian ATR/BPN agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan pertanahan," kata Ferry.
 
Bagi kelompok masyarakat tertentu pemerintah juga telah mengeluarkan aturan  keringanan biaya melalui Peraturan Menteri ATR/ Kepala BPN No.9 Tahun 2015.

 

Copywrite master : www.bpn.go.id